Archive for April, 2011

Ceroboh

Ntah ini yg keberapa kali yg terjadi dalam hidupku (berasa pernah baca dimanaaa gitu nih kalimat :D ) hiksss… dan malam ini kumat lagi penyakit cerobohnya. Sebenarnya saya agak bingung juga, kejadian tadi itu tergolong ceroboh murni atau ntah apa namanya? -_-!

Kejadiannya berawal ketika salah seorang teman mengumumkan kalau kuliah jam kedua hari ini tidak ada. Saya yang biasanya langsung pulang lewat jalanan belakang SC (Student Center) kali ini memilih untuk mencari sesuap nasi pengganjal perut di malam hari. Setelah melewati serangkaian proses membeli (memilih, membayar, dan mengambil) makanan di sekitar daerah Sukabirus, saya pun pulang melewati jalan yg biasanya (kembali lagi ke kampus buat jalan lewat belakang SC). Di jalan saya tiba-tiba ingat kalau tadi siang ga ngangkat telepon tante, akhirnya telepon kembali. Akhirnya telepon2an pun berlangsung selama saya jalan. Sesampai di rumah, acara menelelponnya pun dicukupkan. Ps ngambil kunci kamar, berasa ada yg aneh, tapi masih tidak dipedulikan. Masuk kamar, nyalain lampu, ganti baju, cuci tangan dan bersiap-siap untuk makan. tapiiiii doeng doengggg.. mana makanan saya >.< . Mulai mengingat-ingat kembali, kejadian beberapa menit yang lalu. Perasaan makannya sudah saya ambil, dan dimasukkan ke dalam helm, helmnya di pegang, trus jalan sambil nelpon. Masih belum percaya, buka tas, siapa tw tadi dimasukin ke tas. Cek per cek, ternyata ga ada juga (mana perutnya sudah meronta-ronta) >.< . Untung tadi soreh di kasih alpukat 2 biji  sama bapak di kantor, akhirnya makan alpukat  aja dah, males mau keluar lagi nyari makan :(

sampai sekarnag saya masih bingung, apa kabar dengan makanan yg tadi saya beli? :(

April 28, 2011 at 10:37 pm 7 comments

Namanya Columba

Sudah dua hari berturut-turut saya kembali menjalani hobi semasa kecil, yaitu melihat bintang (tumben-tumbenan langit malam Dayeuh Kolot banyak bintangnya). Saya jadi ingat sama  satu formasi bintang yg paling saya sukai, paling gampang ditemui, dan dikenali. Formasi bintang tersebut saya sebut sebagai bintang L lipat/L tekuk. Nama tsb saya kasi karena bentuknya mirip dengan huruf L yg alasnya ditekuk.

Kemarin malam, setelah nulis tentang bintang di postingan sebelumnya, saya jadi penasaran nama rasi bintang tsb apa ya? Mula-saya tanya ke mbah, trus mbah nyuruh ke tante wiki. Setelah klak klik semua link yg dikasi sama tante wiki trus cek gambarnya , akhirnya  TADAAAAAA…

yuppiii, ketemu sodara-sodara.. ternyata bintang ‘L lipat’ itu nama aslinya Columba. Ada hal menarik dari rasi bintang ini, pronounciation-nya (/kəˈlʌmbə/ ) itu mirip dengan ID yg sering saya pake di forum-forum diluar sana (kalambe), bahkan nama blog ini pun pakai nama kalambe tsb ^_^.

Berikut ini merupakan link untuk tahu lebih jauh (setidaknya info yg ada di postingan saya kali ini) tentang rasi bintang Columbe tersebut :

tante wiki pake bahasa inggris

tante wiki pake bahasa Indonesia

rujukan tante wiki

April 17, 2011 at 10:26 pm Leave a comment

Masa Kecilku (bag. 4- Tamat)

4. Bilokka

Tempat persinggahan terakhir sebelum pindah ke Sultra (Sulawesi Tenggara). Bilokkalah yg menjadi daerah irisan kami 3 bersaudara (Maya, Alif, Tri) menghabiskan masa kecil(moment2 yg paling saya rindukan ada di tempat ini). Banyak sekali kenangan di daerah ini sampai-sampi saya tidak bisa sebutkan satu-persatu. Berikut adalah beberapa potongan kenangan semasa di Bilokka :

  • Punya sahabat senasib dan sepenanggungan bernama Hasma. Walaupun sekolah kami beda (sebenarnya anak2 disekitar rumah banyakan sekolah di sekolahnya Hasma, cuma saya mengikuti saran dari guru saya yg ada di sekolah sebelumnya yg pernah menyebutkan nama sekolah yg ada di bIlokka yaitu sekolah yg akhirnya menjadi sekolah saya di Bilokka yaitu SD N 4 Bilokka) tapi tingkat kami sama. Hal ini sebenarnya keuntungan buat kami , karena temannya hasma menjadi teman saya dan teman saya menjadi temannya hasma :) . masa-masa lugu dan ababil kami habiskan bersama. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih sering telpon-telponan walaupun sebenarnya saya sebih tertarik dengan kabar anaknya yg lagi masa2 ngegemesin daripada kabar emaknya :D
  • Kami pindah ke Bilokka sehari sebelum puasa di tahun 1998, jadinya awal-awal kepindahan kami adalah di bulan ramadhan. Kegiatan yg paling sering saya dan hasma lakukan adalah, jam 4, kami selalu jalan ke sungai (sungai jernih dan air dangkal) yang ada di samping rumah teman si Hasma. Disana ngapain aja? ga ada, kalo udah nyampe, turun cuci kaki bentar trus pulang lagi :lol: . tapi ujung-ujungnya kami dilarang kesana .
  • Punya sekolah terluas sekecamatan. Yups, SD saya sangat luas punya lapangan sepak bola sendiri (walaupun ukurannya tidak sebesar sepak bola beneran), lapangan bulu tangkis, tempat lompat jauh, lapangan takraw, tiap kelas punya taman sendiri, lapangan upacara yg beda sendiri dari lapangan2 yg sudah disebutkan tadi, belum lagi perumahan untuk guru yg banyak -hanya saja banyak yg rusak-,  trus kebun yg luas. Kayaknya sekolahku yg ini juga terluas se kabupaten deh :D , sayang, terakhir kali saya lewat di sekolah tersebut sekitar pertengahan  tahun 2006, banyak atap yg mulai roboh :(
  • Suka nyeker/ lepas sepatu kalau  pulang sekolah :lol: , sebenarnya sejak TK [sampai sekarang] saya tidak terlalu suka sama yang namanya pakai sepatu apalagi lengkap dengan kos kakinya :D , cuma karena sering dimarahi sama emak kalau pulang nyeker plus jalannya banyak kerikil-kerikil tajam, jadinya ga terlalu sering. Pas di Bilokka, jalanan aspal bagus, trus samping aspal (jalanan buat pejalan kaki ceritanya) semuanya rumput, jadi adem kalo diinjak, jadinya  sering nyeker kalau pulang sekolah. Ada satu kejadian lucu gara-gara kebiasaan saya yg suka lepas sepatu ini, jadi dulu itu musim hujan. Sebenarnya waktu itu dah ga aktif belajar, sisa nunggu raport, cuma kami tetap ke sekolah. Karena waktu itu, lagi hujan, akhirnya sepatu saya lepas dan saya tinggalkan dalam kelas, lalu saya dan teman-teman ke sawah di belakang sekolah buat ngejalanin perahu-perahu buatan kami. Tak terasa kami keasyikan main perahu-perahuan sampai-sampai waktu  kami kembali ke sekolah , semua ruang kelas sudah dikunci. dan sepatu saya  masih ada didalam sodara-sodara. Pulang-pulang kena marah sama mama :D
  • Berhubung di lingkungan tempat tinggal saya mayoritas anak cowok, wal hasil saya lebih banyak bermain dengan anak cowok (jadinya lebih tomboy ga ada centil-centilan lagi kyk sebelum sebelumnya :lol: ), mulai dari main kelereng (kalau ini sering sembunyi-sembunyi soalnya dilarang sama bapak), main kasti, main bom, main sembunyi. Kalau musim layangan tiba, sering main layangan juga, kebetulan Alif juga sering  ikut-ikutan pengen punya layangan walaupun dia belum terlalu pintar buat main layangan. Jadinya terkadang saya yg mainin layangannya. Tapi ga selamanya juga saya main mainan cowo kalau di rumah,kadang kami (saya dan Hasma) manggil teman-teman perempuan lain buat datang main bekel :D . Main bulu tangkis juga salah satu kesukaan kami, sakin sukanya pernah satu kali, shuttle cock tidak ada tapi saya dan Hasma ngebet pengen bulu tangkis, wal hasil bulu ayam di kandang dan tongkol jagung dibuat sedemikian rupa baut jadi pengganti shuttle cock. Kreatip kan ? :lol: . Main volly juga kegemaran kami, sebelum lapangan di samping rumah dibikin, saya dan Hasma sering ke belakang pasar buat main volly. “Masih ada ga ya lapangan itu?”
  • Disekolah permainannya masih lompat tali  dan bekel (khusus buat anak cewek tapi), hide n seek, bom, atau kadang ikutan main bola sama teman2 cowo :D
  • Sering ikutan poco-poco :D , Yups, jika mendekati hari ulang tahun organisasi emak-emak , sering diadakan perlombaan, antara lain senam poco-poco. jadinya mau tidak mau, di kantor sering diadakan latihan poco2, kami para anak-anak perempuan (defaultnya saya dan Hasma) sering ngikutin emak dan tante-tante latihan :D
  • Zaman-zamannya suka nyewa VCD. yaks.. saya dan Hasma  sering minjam VCD, tepatnya VCD pelem India ataupun pelem2 lain yg tidak membuat serangan jantung (pelem perang2an)
  • Kalau malam lagi cerah, suka keluar rumah buat lihat bintang :) . Ya, saya sangat suka lihat bintang, sampai sekarang pun masih senang. saya betah berjam-jam di teras rumah (samapi disuruh masuk) buat mandang langit untuk ngelihat bintang, atau sering berjalan sambil melihat ke atas jika berjalan di malam hari. Paling senang  kalau ada bintang jatuh (rekor, semalam pernah melihat 3 bintang jatuh). Formasi bintang  yg paling saya suka dan selalu saya cari dalah bintang berbentuk huruf L  tertekuk (entah nama asli rasi bintang ini apa. yang jelas bintang penysunnya ada 5 dan alasnya tidak lurus, melainkan menggembung karena bintang tengahnya tidak sejajar dengan bintang lain). Jika bulan ramadhan tiba, bintang ini sering berada di atas pekarangan belakang rumah :) . sayang di Bandung sini, jarang sekali bintang banyak bermunculan:(
  • Karena sekolah kami sangat luas, maka perawatannya pun sebagian besar diserahkan kepada kami para murid. Jadi tiap kali olahraga, hal pertama yg kami lakukan adalah membabat alang-alang / rumput yg tinggi. di lapangan. Hal ini otomatis membuat tiap siswa harus membawa arit/ sabit buat mengkas rumput-rumput itu. Tapi berhubung di rumah ga ada sabit, jadinya saya bawa alat torak sampai akhirnya bapak beli yg namanya sabit. Ketika sabit sudah ada, sebenarnya guru saya meragukan kemampuan saya dalam hal sabit menyabit, tapi karena memaksa (soalnya asyik ngelihat temen2 yg yabit itu :D ), akhirnya saya pun diizinkan, dan setelah berapakali ayun, ouch.. tangan saya kena sabit, darah keluar dengan deras… yg diikuti oleh muka saya yg semakin pucat dan mendekati hitam. Yups, waktu itu saya sampai tak enak badan selama berjam-jam. dan bekas sabit itu masih ada sampai sekarang diujung jari manis kanan saya :)
  • Penghujung tahun 1999, saya punya adik lagi :) . Yups si bungsu, Tri, lahir.Setelah melewati 2 hari yg menegangkan , alhamdulillah adik saya lahir dengan normal. Tri kecil adalah adalah anak yg sangat lincah, suka meniru kegiatan orang dewasa yg ada disekitarnya termasuk kegiatan mengumpulkan telur(Jadi waktu di Bilokka itu, bapak punya kegiatan sampingan melihara ayam petelur).  mungut telur dan membawanya pulang ke rumah kadang menjadi tugas saya setiap soreh. Jika Tri ikut ke kandang, terkadang dia juga suka memungut telur yang ada di bagian bawah baterei (sebutan buat kandang ayam). Suatu hari ketika kami sudah mau pulang, dia juga ingin mengangkat telur buat di bawah pulang ke rumah, akhirnya saya kasih 1 rak yg berisi satu biji telur. Jarak antara pintu dapur dan kandang yg kurang lebih seratus meter berhasil dilalui oleh Tri untuk membawa rak tersebut. tapi apa yg terjadi ketika pintu di buka, dia memiringkan rak telur tsb, jadinya telurnya jatuh  :lol: . Selain itu, ketika Alif sudah mulai sekolah, Tri  pun mulai tidak terima jika tidak disekolahkan juga, puncaknya yaitu pernah suatu hari  dia menangis terus-terusan pengen sekolah. Akhirnya pukul 9 pagi  diantar sama bapak ke TK yg masih satu bangunan dengan SD Alif (padahal anak TK pulang jam 10)
  • Kalau musim mangga, paling senang kalau Alif dan Anto (adik hasma yg juga seusia dengan alif) bermain di bawah pohon mangga tetangga yg sangat rimbun :lol: ,  kenapa ? biar kalo ada angin trus ada mangga jatuh mereka bisa mungut dan ntar ujung-ujungnya bakalan dibujuk buat dibantuin kupas supaya bisa ikutan makan mangga :lol:
  • Sering ke hutan ( lebih tepatnya kebun yang kurang terawat) bareng hasma, rusni, Adi, buat nyari anggur hutan :D , untuk apa? yaa buat dimakan lah :lol:
  • Musim-musimnya sticker kuku. Jadi dulu itu ada yg namanya sticker kuku, dulu seringbeli yg model kupu-kupu. Sticker ini ada 2 jenis, asli sama palsu. Kalau yg asli itu lebih bagus dan lebih mahal(yaiyalahhh) sedangkan yang palsu itu jelek tapi harganya murmer. Kalau untuk dipakai sendiri saya beli yg asli, tapi untuk di jadikan barang dagangan saya jual yg  murmer :lol: . Dulu sempat jadi bandar sticker kuku di sekolah, jadi beli sticker kuku palsu buat dijual ke teman2. Harganya Rp.200, oo/10 jari . dalam dua hari jualan saya ludes des des.. dengan keuntungan sekitar 7-10ribuan kalo ga salah. Berasa kaya bgt dah waktu itu  punya uang dari hasil kerja sendiri, apalagi sempat ngebeliin papa rokok dari uang itu :D
  • Musim ulangan adalah musim manjat pohon :nah loh: heheheheh, itu adalah kebiasaan saya dan hasma kalau lagi suntuk sama pelajaran, jadi kami sering belajar di atas pohon mangga depan kantor sambil lihatinkendaraan lalu lalang. “Efektif?”, ya ga lah.. yg ada kami malah ujung-ujungnya sering nyanyi2 bareng  atau cerita sekolah masing-masing :D
  • Waktu kelas 6 pernah ngambek sama wali kelas :D   -jangan ditiru- . Jadi ceritanya waktu kelas enam, wali kelas saya mengatakan bahwa kelas enam sudah tidak boleh ikut kegiatan perkemahan lagi(waktu itu memang lagi mau ada kegiatan perkemahan). Tapi waktu itu , saya yg sangat suka dengan kegiatan perkemahan, ngelobi bu guru agar bisa mengikuti perkemahan,dengan perjanjian  saya boleh ikut perkemahan jika saya memenangi lomba yg akan saya ikuti sebelum perkemahan tsb dan ibu guru pun setuju. untuk tak dapat di tolak, malang tak dapat diraih (kebalik yak :D ), walaupun lomba yg saya ikuti sesuai target tapi ternyata saya tetap tak diizinkan untuk ikut perkemahan. hikkksssss, nangiiiiisss.. pundunggggg.. berasa dibohongi… satu hari ngambek sama wali kelas dan ga konsen belajar >,< . Tapi terlepas dari semua itu, beliaulah guru  saya yang paling perhatian sama murid-muridnya. Sampai saya SMP pun, beliau kadang ke rumah sekedar untuk  menanyakan keadaan saya dan sekolah baru saya. Semoga suatu saat kita bertemu lagi Bu.. :)
  • Pelajaran muatan lokal (perkebunan) adalah waktunya buat ngerumpi. Karena sekolah kami sangat luas, kelas 4, 5, dan 6 punya jatah kebun masing-masing. Di kelas 5 kami menanan ibu jalar, setiap selesai membersihkan kebun, pohon mangga adalah t4 terbaik buat ngerumpi. sedangkan di kelas enam kami dapat tugas buat ngerawat TOGA (tanaman obat keluarga) yg ujung-ujungnya sama dengan pada saat kami kelas 5, yaitu ngerumpi adalah penutup pelajaran tersebut
  • Waktu kelas 6, tepatnya bulan-bulan menjelang Ebtanas, sering nginap di rumah bu Guru wali kelas. Jadi di sekolah kami itu, khusus buat murid kelas 6, rumah guru digilir, jadi selepas maghrib kami sering  saling menjemput (bayangin dong rumah teman saya ada yg 1 km dari sekolah, ada juga yg di daerah gunung yg harus menyebrangi sungai untuk ke daerah perkampungan) sebelum ke rumah ibu / bapak guru kami. Ngapain? belajar sodara-sodara. Istirahat malam beliau, kami ganggu untuk belajar (ntah beliau2 di bayar dari sekolah atau tidak, yg jelas kami tak mengeluarkan uang sepeser pun unutk pelajaran tambahan di malam hari  tsb). Hal inilah yg sangat membuat saya kagum dan rindu dengan guru-guru saya. Khusus di rumah wali kelas, yg letaknya memang agak pinggiran (jauh dari keramaian)anak-anak perempuan tidak diijinkan pulang kecuali ada keluarga yg menjemput.
  • Waktu perpisahan SD ada sebuah nasihat dari bapak Kancam (saya lupa kepanjangannya apa) yg sampai sekarang, inti dari perkataan beliau tsb  masih melekat tajam di kepala saya. Kurang lebih perkataan beliau seperti ini :

suatu saat nanti , jika kalian sukses, jika ilmu kalian sudah tinggi , jika kalian bertemu atau membicarakan guru kalian jangan pernah mengatakan bahwa beliau itu dulunya adalah guru saya, beliau itu adalah mantan guru saya, terlebih lebih sampai mengatakan beliau itu adalah bekas guru saya. Karena tak ada ilmu yg menjadi bekas, sekecil apapun ilmu yg kalian terima saat ini, itulah awal kalian menimba ilmu yg lebih besar diluar sana. Dan ingat,  kebanggan terbesar yg dimiliki seorang guru adalah ketika mengetahui murid-muridnya menjadi orang yang sukses

  • Setamat SD, saya melanjutkan sekolah di SLTP yg ada di ibukota kabupaten. Jarak antara rumah dan sekolah adalah kurang lebih 20km. “Kok sekolahnya jauh bgt?”, selain pengen dapat ilmu yg lebih, saya memang sengaja  supaya bisa dekat dengan kakek nenek  juga :D . jadi sekolah itu adalah pertengahan antara tempat tinggal kami dan rumah kakek di Parepare. Jadi kalau lagi bete di rumah, sering minta ijin untuk ke rumah kakek selepas pulang sekolah
  • Di SMP, kegiatan ekskul sudah tampak tak terlalu menarik lagi buat saya, cuma pernah ikut palang merah doang, itupun cuma beberapa bulan. yg membekas sampai sekarang cuma lagu mars palang merah-nya :D
  • Sinetron, pelem india, SMS (sinetron mini seri), drama korea adalah topik utama obrolan kami di sekolah :lol: . Jadi dulu itu jaman2nya pelemnya endless love (dan yg selalu jadi topik pembicaraan adalah Won Bin), all about Eve, Kabut Cinta, itazurana Kiss, Kushi, Chori chori chupke2, Dilto pagal hai, Dil Hai tum hara, dan masih banyak pelem korea, dan India lainnya. Jadi jangan heran kalau Briptu Norman sangat hapal dengan lagu India, soalnya masa2 jaya2nya pelem India adalah masa2 di mana anak seumuran kami  lagi ababil2nya  :D
  • 1 Juni 2002 nenek perempuan saya  (sering saya panggil dengan nenek Ommo’) dipanggil sama Tuhan. Saat hal yg paling membuat saya sedih adalah sejak sakit saya tidak pernah bertemu dengan beliau sampai beliau menghembuskan napas terakhir. Padahal 3 hari sebelum beliau mask rumah sakit, setiap saya mau berangkat sekolah, saya selalu minta izin ke mama buat ke Parepare selepas sekolah tapi ga pernah jadi-jadi (emakku samapi heran, nih anak biasanya ga diijinkan pun asal udah ngomong langsung cabs aja ke Parepare, lah ini yg langsung dikasih ijin tanpa embel2 ceramah sana sini ga jadi2). Dan saat beliau masuk rumah sakit selama 2 hari, saya disuruh buat jaga ayam2 bapak. “Semoga nenek ompong,nenek  ama, nenek ommo’, dan nenek ina tenang di alam sana “ :)
  • Menjelang kelulusanSMP , tanpa perencanaan sebelumnya, Papa ditawari oleh komandannya untuk mengajukan pindah jika Bapak berniat pindah (mumpung waktu itu komandannya juga akan pindah), setelah berdiskusi dengan mama, akhirnya papa pun mengajukan untuk dipindahtugaskan ke Sultra. Sangat berat  rasanya untuk berpisah dengan kakek dan tante2 saya( apalagi cucu terdekat beliau adalah saya bersaudara  karena cucu yg lain di Irian semua), pindah dari Sidrap yg sudah seperti tanah kelahiran saya, berpisah dengan hasma dan teman-teman lain. Mau tidak mau akhirnya sebagai anak, saya harus terima. bulan 7  tahun 2003, papa resmi dipindatugaskan  ke Sultra. Di bulan itu pulalah mama, papa, Alif, dan Tri, dengan diantar oleh kakek berangkat ke Kendari sementara  saya tetap tinggal di Parepare bareng kakek dan tante.

yakkksss itulah sekelumit cerita perjalanan masa kecil saya.

Jangan pernah meratapi masa lalu , karena hal tersebut hanya akan sia-sia.

Jangan pernah melupakan masa lalu karena dari situlah kita belajar.

Masa lalu itu untuk dikenang dan juga bahan pembelajaran buat kita, dan masa sekarang adalah kunci masa depan kita :) .

Mari kita memilih kunci kita masing-masing

-tamat-

April 16, 2011 at 11:23 pm 2 comments

Agar-agar Zebra

Sudah lama ga masak di hari minggu apalagi hari2 lain. Bikin tangan bawaannya gatal mulu pengen masak lebay.com :lol: . Akhirnya dibuatlah sebuahrencana unutk masak memasak di hari minggu tgl 10/04/2011. Awalnya rencananya pengen masak bareng perempuan-perempuan itu (baca : Epha dan mpo’ Anin), hanya saja ga jadi.. epha sakit (get well soon ya beb..). Bahan sudah ada, tinggal di bikin doang neh. JAdinya ngekue sendiri ajah :D . Kebeulan dapat resep baru dari tante nun jauh di sana, katanya sih namanya agar-agar zebra, tapiiiiii.. kita lihat saja yah :D

Bahan :

  • 2 bks agar2 swallow putih
  • 1 1/4 cangkir terigu
  • 1 cangkir gula pasir
  • 200 gr mentega
  • 4 btr telur
  • coklat bubuk
  • 3 cangkir air
  • vanili secukupnya (ini karena saya suka aja sama bau vanili :D )

Cara Membuat :

  • Tepung terigu disangrai diatas api kecil sampai berubah agak kecoklatan
  • mentega + gula dicampur+kocok sampai res
  • tambahkan telur di adonan metega+gula. campur/aduk sampai res.
  • masukkan tepung yang sudah di sangrai. Aduk sampai benar2 tercampur. Sisihkan
  • agar-agar+air dimasak sampai mendidih
  • siram agar2 ke adonan tepung+gula+terigu tadi. Aduk sampai tercampur rata
  • Bagi adonan tsb menjadi 2 bagian. asumsi bagian A dan bagian B (yg bagian B lebih sedikit daripada bagian A)
  • Campur bagian B dengan coklat bubuk. Aduk hingga rata
  • tuang kecetakan secara berselang seling.

Catatan :

  • Sebenarnya takaran aslinya bukan pake cangkir tapi pake gelas duralex coklat, cuma berhubung saya ga punya. makanya pake cangkir dengan asumsi 1 gelas coklat = 1 1/4 cangkir

Seperti apakah penampakannya? hehehehhe.. berhubung saya adalah seseorang yg sangat expert dalam hal makan memakan dan newbie dalam hal masak memasak maka hasil yg saya bikin tadaaaaa…

Yaaa, walopun bentuknya rada-rada tak sesuai judul tapi si Hasta(cucunya Ibu) sukaaa  :D

April 10, 2011 at 9:45 pm 4 comments

Masa Kecil (Part III)

Habis cawu 1 kelas 3 SD, kami pindah lagi. Pindah ke desa lain yaitu Wette’e. Sebenarnya sih lebih tepatnya Lajonga (pemekaran dari desa Wette’e). Daerahnya dekat danau (lupa nama danaunya) jadi banyak ikan tawar :D (Karena tinggal di Wette’e, saya jadi tahu bedanya ikan tawar dengan ikan laut yg segar. Kalau ikan tawar segar itu, badannya lembek kalau ditekan sedangkan ikan laut itu badannya agak keras kalau ditekan). Tinggal di Wette’e membuat saya banyak pengalaman yang berhubungan dengan alam :) . Kejadian-kejadian yg masih melekat di kepala saya selama tiggal disana antara lain :

  • Suka panjat pohon jambu batu depan rumah atau pohon mangga tetangga :D . Kebetulan, rumah yang kami tinggali ada pohon jambu batunya, jadi kalau lagi tidak ada kegiatan, sering manjatin pohon jambu buat iseng doang atau kalo lagi ke tetangga depan rumah, sering manjatin pohon mangganya
  • sering ke sawah. Kebetulan tetangga saya punya itik, yang selalu di bawah ke sawah kalo musim peralihan tiba(panen-nanan) , jadi kalau soreh giliran anaknya yg bertugas buat ngegiring tuh itik2 pulang ke kandang, jadinya saya sering ikut ke sawah buat nyari itik2 itu sambil nyari2 telur mereka -seru lohhh-.  Selain nyari itik, kadang  teman saya (anak tetangga red.) ke sawah ngebantu sodara mereka panen, jadi saya sering ikut juga.. walopun cuma kadang ngelihatin aja, ga dibolehin megang arit soalnya :D
  • ngebantuin buat jala ikan. Yaaa, sebenarnya sih peran saya ga cukup besar dalam pembuatan jala, soalnya cuma masuk-masukin biji nikel sama bekas sandal jepin yg sudah di bentuk bundar2 (sebagai pelampung) di jalanya. Kalo masalah ngerajut jalanya itu kerjaan tetangga saya sama kaka sepupu saya :D
  • Ikutan ngebuat hiasan dinding buat pengantin. Jadi disana ada yg namanya “indo’ botting” (tukang rias pengantin) yg ngasih kerjaan kepada para remaja yg tidak ada kegiatan buat ngeronce/nyulam hiasan/manik2 ke kain sejenis buludru yg bakalan dipasang di rumah pengantin. jadi kalo ada tentangga yg ngambil kerjaan, kadang ikut nyulam :D
  • sering naik sepedahan ke perbatasan jalan raya. Ya, kaki saya sudah sampai naik sepeda punya kakak sepupu tanpa bantuan buat naik terlebih dahulu. jadi sering sepedahan kalo soreh ke ujung jalan raya dengan danau yg merupakan tapal batas Sidrap dan Wajo.
  • Sering ngerujak + minum air jeruk campur gula. Kalongerujak emang sukaaa.. asal ada mangga atau 1 jenis buah hayulah rujakan :D . Kalau minum air jeruk nipis + gula, ini efek ngelihat tetangga yg pengen nurunin berat badan :D , tapi lama-kelamaan dimarahin juga sama mama keseringan minum kyk gitu, katanya ga bagus buat anak kecil apalagi saya memang sudah kena gejala maag waktu itu.
  • pernah jualan es di sekolah. Kalau yg ini tanpa sepengetahuan emak sama babeh :D . Jadi dulu tuh waktu kelas 3, kebetulan istri pak guru saya yg tinggal di kompleks sekolah buat es, trus ngasih ke anaknya buat dijual. Kebetulan saya sama anaknya temenan baik,  trus dia ngajak jualan bareng. Karena tergiur dengan upahnya , jadinya ikutan(hahahah, emang dari kecil bakat dagangnya sudah terlihat). Jadi dulu sistemnya , kalo nnggejual es Rp.500, ntar dikasih persenan Rp.100,00. Jadi kalo jualannya barengan, ntar 50-50 buat saya ama teman. tapi karena anaknya sering ga mau jualan kalo lagi olah raga (padahal disini banyak loh yg beli, soalnya olah raganya sering di lapangan bola desa yg artinya sering ketemu dengna sekolah2 lain) jadinya persenannya buat saya semua. hhehehehheeh.
  • Centilnya mulai lagi :D (yaa, ini sebagian gara2 efek ngelihat anak tetangga). Mulai beli body lotion (padahal baru kelas 3 coba :lol: ), emang sih masih yg Body lotion yg warna pink yg mereknya okana dan sebangsanya (yg harganya serebuan) tapi lama-lama kemakan iklan citra di tipi2 plus lihat tetangga lain yg make citra, jadinya beli juga kayaknya kecentilan saya semuanya dipengaruhi oleh tetangga deh :lol:
  • Pernah libur sekolah 3 hari gara-gara sekolahnya kebanjiran. Yaaa, begitulah resiko dekat dengan danau (sekitar 2km dari danau). Waktu itu musim hujan dan air danau meluap dan banjir pun sampai di sekolah (untung ga nyampe rumah), setelah libur 3 hari, akhirnya kamipun numpang disekolah lain selama 1/2 minggu, baru deh kembali lagi ke sekolah  kami tercinta. Awal masuk sekolah lagi, kebetulan disuruh ngebersihin, lumpurnya tebel banget cobaaaa..
  • pertama kali ikut pramuka(kelas 4) sekaligus jadi pemimin regu (apalagi ya namanya lupa euyy :D ). Yakk, dalam rangka 17an, saya ikut perkemahan. Perkemahannya selama 3 hari. Kegiatannya banyaak, dari cerdas cermat lomba ketangkasan , dan sebagainya. Oiya yg paling tegang tuh  pas malam 17 agustus, ada renungan suci di TMP (taman makam pahlawan) kecamatan jam 12 malam teng. Dannn tau ga, semua pimpinan regu , baik PA maupun PI harus nancepin obor satu2 di atas 1 makam (huaaaa, kebayang dong saya awal2nya  merinding disko kyk  gimana, tapi lama2 ga juga tuh :D )
  • kalau kelas dapat giliran upacara bendera, suka milih jadi MC atau pengibar bendera pengeneksis.com , tapi kalau giliran kelas lain, paling seneng kalo diminta buat bantuin grup paduan suara (karena tempatnya di bawah pohon jadi ga panas-panasan)
  • selasa, rabu , sabtu adlah hari SKJ (Senam kesegaran jasmani). Sayang ya, anak2 sekarnag ga ada SKJ SKJan di sekolahnya
  • paling seneng kalo masa-masa KKN. itu artinya bakalan ada kakak-kakak mahasiswa yg bakalan ngajar di sekolah. Seneng deh kalo yg ngajar itu kakak2 mahasiswa  soalnya ga belajar mulu.. ada main2nya juga dikelas. Selain itu, kakak2nya juga sering ngadain lomba, dulu sempat ikut balap karung, lari kelereng, sama lari jarum :D
  • belajar naik engrang . Kalo sekarang kyknya saya dah ga bisa deh.. :lol:
  • Sering main lompat tali, Kalau habis musim pramukaan suka mainin tongkat pramuka, jangkar (jari disusun-susun) trus dilompati sambil menyebutkan sesuatu yg diperintahkan oleh iorang yg pertama kali lompat. Ada satu pengalaman lucu gara2 main jangkar, saya menemukan sodara saya (Jadi dulu itu sejak kepindahan kami ke Sidrap tepatnya Amparita, kakek pernah bilang kalau beliau punya ponakan juga yang tinggal di Sidrap tapi lupa tepatnya dimana). Jadi pada saat saya dan teman-teman main jangkar, kami disuruh meyebut nama2 jembatan (yg ujung2nya lebih mirip ke nyebut nama daerah :lol: ), waktu itu teman saya itu (sepupu yg belum ketahuan) nyebut salah satu nama daerah di Duri yang merupakan daerah tanah kelahiran kakek dan nenek saya. Akhirnya saya pun nanya kok bisa dia tahu dan si teman itu pun bilang kalau emaknya dari sana :D . Singkat kata singkat cerita, kami pulang ke rumah masing-masing dan cerita ke orang tua masing-masing. Beberapa hari kemudian kakek ke rumah, dan akhirnya diceritakan juga dan  beliau pun kembali mengingat kembali  ponakannya yg sudah lama dicari dulu.dan ternyta benar sodara-sodara…. emak dari teman saya itu adalah ponakan kakek saya :D
  • Zaman-zamannya Alip bolak-balik rumah sakit :( . Yaaa, adek saya waktu kecil sering step.. jadinya kalo sakit, tantelah yg bakalan tingal dirumah buat nemenin saya dan kakak sepupu.
  • Bapak pernah ngebuang anak ayam yg masih keciiiiilll bgt, gara2 anak ayamnya salah makan, trus pas di operasi (yeah, untuk masalah ayam, babeh sering beralih propesi jadi dokter) ntah ga berhasil atau gimana, jadinya dibuang (tapi masih hidup). waktu itu hampir di tabrak mobil, tapi saya ambil lagi  (hampir keserempet juga sih), dan dirawat lagi. MUngkin karena bapak ngelihat, saya seneng sama ayam itu, jadinya di rawatin lagi (dibersihin lagi  bekas belahan operasinya dan sebagainya). Dannn ayam itu bertahan sampai besar =)

…bersambung..

April 6, 2011 at 10:41 pm Leave a comment

Masa Kecil (Part II)

2. Lise

Sekitar awal 1995 (apa akhir 1994 ya?), kami pindah rumah ke sebuah desa yg lumayan terpencil  bernama Lise. Desa yang terkenal oleh ‘kemampuan berbicara’ masyarakatnya ini paling rapi dan bagus tatanannya dibanding desa tempat tinggal kami yg lain.  Desa Lise ini sering loh ngewakili Sidrap sebagai desa teladan antar kabupaten se Sulsel bahkan pernah jadi wakil Sulawesi Selatan di tingkat nasional (btw, masih ada ga sih lomba2 kyk gitu sekarang ini?).

Di Lise, kami tinggal selama 2-3 tahun. Kejadian-kejadian yang saya ingat disini adalah :

  • punya buku latihan menulis sendiri , bukunya tuh mirip buku yang sering dipake di pelajaran akuntansi u/ bikin neraca keseimbangan (bener ga sih namanya?). Jadi kalo tiap hari itu selain belajar u/ sekolahan dapat pelajaran tambahan juga, yaitu latihan menulis indah sama bapak (padahal bapak sendiri pun tulisannya yaaaaa.. begitulah :D tak tega menyebutnya) yang tiang huruf ‘d’ sama huruf  ‘t’ sama panjang tapi lebih pendek dari huruf konsonan yang lain yang mempunya tiang ,  trus latihan tulis melayang (menulis harus diantara dua garis buku) soalnya dulu saya kalo menulis, tulisannya rapat di garis bawah :D . Ga boleh ninggalin tempat kalo belum dapat satu halaman
  • suka ngikutin barisan tante2/kakak2 yang ikut gerak jalan PKK tahun 1995. well, faktor utamanya karena emak saya yg jadi pemimpinnya :D . jadi sering ngajak temen buat ngikutin mereka dannn dulu sering diketawai karena jalannya kayak robot. saking semangatnya ingin ngikutin mereka, sampe2 kalo kaki kanan yg melangkah, maka tangan kananpun yg diayun ke depan :lol:
  • pernah pulang nangis ga jelas ke rumah habis pulang sekolah. jadi ceritanya dulu waktu baru pindah sekolah, tiap pulang sekolah tuh selalu ditanya sama mama, “tadi di sekolah ngapain aja? belajar apa aja? main sama siapa?” dan pasti saya jawab dengan panjang lebar belajar ini dapat segini, mainini sama si anu dan bla bla bla. jadi ceritanya 1 minggu pertama sekolah di sekolah baru, nilainya tuh  dapat 10 terus, tiba giliran dapat 8 yg pertama kali, nyampe rumah langsung nangis sama mama. yaaa, emakku heranlah kenapa anaknya masuk rumah tiba2 nangis-nangis :lol:
  • pelajaran menggambar adalah pelajaran yang paling tidak saya senangi, jadinya sering berkelit kalo mata pelajaran KTK-nya disuruh menggambar dengan alasan lupa bawa buku gambar dan dilarang campur-campur buku tulis sama buku gambar . UNutk beberapa kali, alasan tsb mempan, tapi pernah satu kali menggambar (waktu itu disruh gambar ayam) itu jadi PR, jadi tak ada alasan lagi buat saya tidak menggambar. Ga cihuy dong, kalo saya menyerah begitu aja, akhirnya ngeluarin jurus ngerayu papa buat digambarin. Sebenarnya sih papa ga mau, tapi karena sayanya dah ngeluarin jurus maut (nangis), akhirnya digambarin juga (iyeeesss). Kalian mau tahu nilai saya dapat berapa ? 5 , yups LIMA, . kayaknya habis ngegambarin saya, bapak bilang ke wali kelas saya, kalo habis ngegambarin PR gambar saya. SUmpah ini pendapatan gambar yang paling jelek, sejelek-jeleknya gambar (paling senang gambar anak ayam yang dimulai dari angka 3) saya paling dikasih nilai 6 sama  bu guru atau pak guru
  • Punya adekkkk :D . setelah  7 tahun lebih nyandang gelar sebagai anak pertama sekaligus anak bungsu alias anak tunggal akhirnya punya adek juga.
  • di lise’ kecentilannya mulai berkurang, tapii ganti suka make sepatu arisan mama.
  • ke sekolah dikasih uang jajan Rp.100, dan biasanya beli nasi mie.  ntar kalo pulang maksimal jajan lagi Rp. 100. Paling suka beli peyek kacang-gula merah atau kalo ga, kerupuk kopi susu, atau kerupuk berhadiah. :D
  • sejak kelas 2 SD mulai ngaji di guru ngaji. Tiap hari dari pukul 1 siang – 3 soreh. Ditempat ngaji kami, kalo udah selese ngaji, kami pergi ngambil air buat diisi di tempat penampungan air di rumah guru kami. jadi tiap anak ngambil 1 satu ember kecil. (kebetulan di lise emang air agak susah, ga tiap rumah punya sumur). Oiya dulu punya temen ngaji yg suka tidur, jadinya sering kami usilin :D . dulu juga musim-musimnya melihara bulu yg habis di warnai, ditaro di dalam al-Qur’an. Ntar sering ditiup2 trus di kasih air dikit, katanya sih ntar punya anak.
  • Kepentok bambu gantungan sarung guru ngaji :( (. Jadi kalau di daerah bugis itu, kalau ngejemur sarung ga kayak ngejemur pakaian lainnya. Cara ngejemurnya , bambu dimasukin kedalam sarung, trus ntar, yg bagian bawah dimasukin bambu lagi trus dikasiin pemberat. waktu itu, lagi musim-musimnya main ban-ban, kebetulan ada ban sepeda bekas yang nganggur di rumah guru ngaji, jadinya ngambil ranting kayu trus bannya di giring.. saking asyiknya ngegiring ban, ga lihat kalo di depan itu bambu.. dannn runcing bambunya pun kena ke kepala :( (, berdarah sodara-sodara dan  sampai sekarangpun bekasnya masih ada
  • belajar naik sepeda :D . pertamanya sering belajar make sepeda roda  bantu yg rodanya bantunya  dihilangin. Trus diajarin sama kakak sepupu make sepedanya, sebenarnya sih udah agak pinter naik sepeda, cuma karena sepedanya sepeda cowok, jadinya harus di pedang dulu kalo naik, ga sampe boooo’.
  • suka nangkring diatas pohon coppeng(ntah ini bahasa indonesianya apa, yg jelas sejenis anggur gitulah) tapi ga suka makan buahnya :D
  • sering sakit gigi. hiksss, ya.. gigiku termasuk golongan gigi yg jelek waktu kecil, gig depan kuning, dan gigi geraham lubang2. Karena sering ngeluh sakit gigi, akhirnya dibawa ke rumah sakit sama mama, ada sih, gigi yg dicabut trus gigi yg lainnya pak dekternya ga berani cabut, katanya ga boleh kebanyakan nyabut gigi waktu bersamaan. akhirnya giginya pun ditambal, belum nyampe rumah, tambalannya udah ada yg lepas karena dimainin pake lidah (tambalannya enak tau.. kayk makan mentos :D )
  • tahun meninggalnya Nike Ardilla, yakkk sebenarnya sih saya ga terlalu ngerti siapa Nike Ardilla itu, kalo bukan salah satu kakak mahasiswa yg lagi KKN ngefans banget sama almarhumah.
  • kalau ada pertandingan sepak bola antar kelurahan atau antar apalah (yg jelas orang rame pisan kalo lagi ada pertandingan bola), sering minta ijin sama mama buat nonton bola, tapi sampe di lapangan cari temen trus pergi main ke tempat lain (ga suka nonton bola sih sebenarnya), trus ntar kalo dah kira2 pertandingannya udah selese, balik lagi ke lapangan lihat skornya berapa baru pulang ke rumah (soalnya mama sering nanya skornya berapa dan yg main siapa :D )
  • Zamannya pelem Badai Asmara ama Lady of The Poor. itu looohhh yg pemainnya si Bob, Reka, Chang May, de ka ka. Dulu ampe terkenal banget potongan rambut si bob dan potongan rambut segi empat Chang May lengkap denga poni-poninya.

…..bersambung……

April 2, 2011 at 9:04 pm Leave a comment

Masa Kecilku (part 1)

Baca judulnya, berasa baca judul cerpen di majalah andaka/bobo gitu bukan sih?heheheheh, yups pengen berbagi cerita aja ttg masa kecil saya yang  kayak nano-nano, ada asem ada asin ada manis, ada-adaaaa aja.. :lol: mulai deh enjelnya. Sebelum terlambat, kita jauh melangkah -halah-, kasi batesan dulu ye.. kecilnya ampe umur berapa. Anggap saja, masa dimana saya berdomisilih di Sulsel adalah masa kecil saya (sampe tamat SMP berarti ya :-) )

Lahir secara normal di sebuah kota kecil, Parepare, kamis 30 Maret 1989 pukul 10.xx WITA(setidaknya begitulah cerita yang saya dengar), setelah beberapa hari merasakan udara bumi di sebuah rumah sakit, akhirnya saya diboyong ke kediaman orang tua saya, di komplek asrama tempat papa tugas. Tinggal di Parepare selama kurang lebih 3 tahun. Tidak banyak hal yang saya ingat selama tinggal disini, kecuali :

  • suka jajan kerupuk kopi susu di rumah nenek Accan
  • suka ke posyandu . Untuk satu ini, karena emak saya ikut serta dalam organisasi emak2 di kantor papa yg salah satu programnya yaitu ngadain posyandu, jadi saya pun sering ke posyandu. Sebenarnya yg paling diingat dari posyandu itu, makanannnya :lol: , paling seneng kalo tante-tantenya nyediain bubur kacang ijo
  • pernah nyobain makan vetsin :lol: . Sejak dari kecil, rasa ingin tahu saya sudah mulai berkembang. Ini bisa dilihat, dari rasa penasaran saya yang selalu melihat mama memasukkan sesuatu yg diberi nama vetsin di hampir semua masakannya. pernah suatu hari, waktu mama masak, didudukin di atas meja dekat bumbu dapur, dan aksi pun dimulai :D
  • suka makan mata ikan masak, beras :D
  • tambahan : kalo kata tante, waktu kecil tuh saya deket sama papa. Kalo bangun malam hari ga ada papa, sering nangis (apalagi kalo papa dapat giliran piket di kantor), tak jarang mama yg jdi sasaran kerepotan akibat ulah maya kecil.

Setelah beberapa tahun tinggal di Pareparepapa dipindahtugaskan ke kabupaten tetangga, yaitu Sidrap (yups, disinilah saya banyak menghabiskan waktu kecil :) ). Di Sidrap, kami sempat berpindah-pindah sebanyak 4 kali sebelum ‘chaw’ ke Sultra. Empat daerah itu adalah :

  1. Amparita

Di sini kami tinggal kurang lebih 2-3 tahun. Disini saya punya banyak teman, sekeliling rumah pada punya anak kecil, jadi saya tak pernah kekurangan teman :) . Hal-hal yg saya ingat waktu tinggal disini :

  • airnya asin, kalau minum teh berasa minum oralit. Karena air inilah jumlah hari kunjungan kakek/nenek/tante ke rumah selalu di tentukan oleh stok air yg mereka bekel dari Parepare :( dan kalo sudah begitu, scene mengantar kakek tunggu mobil dipenuhi dengan adegan berderai air mata, karena pengen ikut tapi lebih sering ga diizinin.
  • Pernah satu kali lagi ke Parepare, waktu itu mama dah mau pulang ke Amparita tapi saya masih betah tinggal di rumah kakek, dengan mengeluarkan segala jurus akhirnya saya ‘diijinkan’ tinggal dengan catetan beberapa hari kemudian harus diantar balik. Tapi apa yg terjadi sodara-sodara, waktu itu saya yg sekiranya lagi mau jalan-jalan soreh bareng tante yg bertepatan dengan kembalinya mama dari terminal nyari mobil, tiba2 berubah pikiran dan akhirnya saya pun ikut dipulangkan.Daaaann akhirnya tanpa badai, tanpa hujan, awan dan petir, tangispun meledak. Nangisnya tuh dari rumah kakek sampai kurang lebih 5 km lagi nyampe rumah (jarak Parepare-Amparita kurang lebih 30km-an). Dan tau tak, ternyata pak sopir yg mobilnya kami tumpangi itu, menyimpan dengan baik rekaman kejadian tsb dalam kepalanya. Sampai-sampai setelah bertahun2 kajadian itu dan kami sudah pindah ke daerah lain (kebetulan ini daerah asal sopir tsb), saat saya dan mama lagi naik mobil, hal pertama yg ditanyakan adalah “Bu, anaknya yg dulu patterriang* mana? yg nangis dari Parepare sampai rumah “. Omigoootttt, kebayang ga sih, dibilangin begitu :geli juga kalo ngingetnya:
  • tempat saya mengenal rober (roti beras)  =). Yups, di amparita waktu itu (ga tau ya sekarang) banyak bgt, penjual penganan kecil. rober, apang, dan putu. dan rober adalah satu-satunya makanan officially saya selama mengenyam bangku TK
  • kalau pulang TK, suka singgah kantor bapak(kalo papa ada sih). Paling seneng kalo papa lagi jaga, trus lagi laporan ke komando pake radio yg ntah namanya apa, waktu itu saya menyebutnya rojer (soalnya sering denger kata  roger disebut2), keren aja denger suara om-om nun jauh disana yg ngomong bareng papa di radio itu :-D
  • waktu tidur siang merupakan ajang akal-akalan antara saya dan mama. Mama pengennya anaknya tidur siang, sementara anaknya pengennya main-main. Wal hasil, kalo jurus mama berhasil, saya jadi tertidur. tapi kalo ga (mama tidur duluan), pelan2  buka jendela, keluar lewat jendela trus main deeehhhhh (pintunya dikunci atas sihh)
  • suka main boneka-bonekaan dari sarung bareng teman. hehehee, Seumur-umur, kayaknya saya belum pernah punya boneka empuk, apalagi boneka gede. Pernah sih puya boneka, tpai boneka plastik, dan dalam beberapa hari berhasil saya mutilasi (copotin tangan kaki, trakhir kepalanya)
  • Tempat masa-masa ‘jahiliah’ berlangsung :lol: . Jadi ceritanya, waktu di Amparita itu, masa jaya-jayanya saya sebagai anak tunggal. Kemana sang emak pergi , hampir kesitulah saya ngekor, termasuk jika mama ke salon (walaupun ke salonnya paling kalau mau potong rambut, atau kalau organisasi emak2 mo ngerayain ultah ), paling seneng kalo tempatnya lagi rame, bisa merhatiin banyak orang di make-up, dikonde, disasak de el el. kalo sudah begitu, pulang rumah, alat make up mama yg ala kadarnya bakalan jadi sasaran (Karena mama juga orang yg dasarnya ga terlalu suka dandan dan cuma punya gincu dan bedak baby seingat saya sih itu) wal hasil, kelopak yg harusnya di pakein eye shadow, malah jadi tempat nangkring lipstik :lol: dan ujung-ujungnya bakalan kena marah, kalo mama dah lihat muka anaknya penuh dengan lukisan ‘artistik’. Tak hanya di rumah, tapi kalo lagi sowan ke rumah kakek juga. Bahkan di rumah kakek, peralatan make-up tante lebih dari alakadarnya (setidaknya jika dibandingin dengan punya mama). Setelah cipika-cipiki- citaka sama kakek, nenek tante, masuk kamar tante kunci kamar, beberapa saat kemudian keluar dengan muka bak anggota ria jenaka TVRI sambil cengar-cengir. Hal ini semakin diperparah, dengan banyaknya tetangga saya yang perempuan nikah, kami para anak2 biasanya suka berkumpul memerhatikan ‘indo’ botting’ merias sang calon mempelai wanita.  Waktu belum sekolah, tante-tante penjual make up di pasar sudah  jadi langganan saya untuk beli kuteks(efek ngelihat tetangga ini mah), sempat minta dibuatin lulur “be’da’ lotong” pengantin, gara-gara ngelihat teman2 yg makai lulur kakaknya yg waktu itu mau nikah. Suka nyanyi2 di depan orang banyak  jugaaaaa :) )
  • Waktu mau pulkam ke Sultra, adegan naik kapal feri dipenuhi air mata dan pemberontakan. bagaimana tidak, dalam pikiran saya kami akan naik kapal terbang kayak yang di tipi-tipi, tapi waktu nyampe ke pelabuhan kok kapalnya nyentuh air yaaaaa :-( dan akhirnya berontak ga mau naik sampai dibooing bilang ntar pesawatnya ada di atas kapal itu,  baru deh diem nangisnya:lol: . tak sampai situ, di kapal papa+mama sering dibuat pusing karena saya suka wira-wiri  sendiri di dalam kapal. dulu pernah lihat orang ngomong pake mic (ntah jualan atau apa) dan rame dikerumuni orang. Oiya, paling senang lihat air yg di lewat kapal, airnya jadi berbuih, dulu bilangnya air cuci piring, soalnya ada busanya :D
  • oiyaa, disini juga suka masak-masak. Jadi di sana tuh ada dijual tungku kecil, periuk kecil, dll. Dulu sempat punya beberapa kali loh.. n walopun sering pecah juga :-( . Jadi kalo lagi main masak2, kami yg anak2 kecil ngumpulin beras dan ikan  dari rumah masing2 trus teman yg udah gede yg tugasnya masak, selebihnya  anak kecil jadi pemandu sorak+seksi mengonsumsi
  • kalau habis musim panen, biasanya tetangga ngambil ‘ammpekka’, kulit gabah yg dipisahin dari bulir beras, untuk acara pop-corn bareng. Dan yups, saya sering ikutan, ambil jagung punya bapak (jagung buat makanan ayam cobaaa :lol: ) buat dibikin popcorn. Caranya ammpeca dibakar, kalo dah ada abra apinya, silahkan aduk-aduk jagung di ampekka tsb, sampai berubah jaid popcorn alias benno’
  • paling seneng kalo diajak mama pergi arisan di kantor papa yg di ibukota kabupaten (itu artinya saya bakalan dibeliin cream soda )

bersambung….

*patterriang = tukang nangis

April 1, 2011 at 1:52 am Leave a comment


Playlist Minggu Ini


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.