Masa Kecilku (bag. 4- Tamat)
April 16, 2011 at 11:23 pm 2 comments
4. Bilokka
Tempat persinggahan terakhir sebelum pindah ke Sultra (Sulawesi Tenggara). Bilokkalah yg menjadi daerah irisan kami 3 bersaudara (Maya, Alif, Tri) menghabiskan masa kecil(moment2 yg paling saya rindukan ada di tempat ini). Banyak sekali kenangan di daerah ini sampai-sampi saya tidak bisa sebutkan satu-persatu. Berikut adalah beberapa potongan kenangan semasa di Bilokka :
- Punya sahabat senasib dan sepenanggungan bernama Hasma. Walaupun sekolah kami beda (sebenarnya anak2 disekitar rumah banyakan sekolah di sekolahnya Hasma, cuma saya mengikuti saran dari guru saya yg ada di sekolah sebelumnya yg pernah menyebutkan nama sekolah yg ada di bIlokka yaitu sekolah yg akhirnya menjadi sekolah saya di Bilokka yaitu SD N 4 Bilokka) tapi tingkat kami sama. Hal ini sebenarnya keuntungan buat kami , karena temannya hasma menjadi teman saya dan teman saya menjadi temannya hasma
. masa-masa lugu dan ababil kami habiskan bersama. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih sering telpon-telponan walaupun sebenarnya saya sebih tertarik dengan kabar anaknya yg lagi masa2 ngegemesin daripada kabar emaknya
- Kami pindah ke Bilokka sehari sebelum puasa di tahun 1998, jadinya awal-awal kepindahan kami adalah di bulan ramadhan. Kegiatan yg paling sering saya dan hasma lakukan adalah, jam 4, kami selalu jalan ke sungai (sungai jernih dan air dangkal) yang ada di samping rumah teman si Hasma. Disana ngapain aja? ga ada, kalo udah nyampe, turun cuci kaki bentar trus pulang lagi
. tapi ujung-ujungnya kami dilarang kesana . - Punya sekolah terluas sekecamatan. Yups, SD saya sangat luas punya lapangan sepak bola sendiri (walaupun ukurannya tidak sebesar sepak bola beneran), lapangan bulu tangkis, tempat lompat jauh, lapangan takraw, tiap kelas punya taman sendiri, lapangan upacara yg beda sendiri dari lapangan2 yg sudah disebutkan tadi, belum lagi perumahan untuk guru yg banyak -hanya saja banyak yg rusak-, trus kebun yg luas. Kayaknya sekolahku yg ini juga terluas se kabupaten deh
, sayang, terakhir kali saya lewat di sekolah tersebut sekitar pertengahan tahun 2006, banyak atap yg mulai roboh
- Suka nyeker/ lepas sepatu kalau pulang sekolah
, sebenarnya sejak TK [sampai sekarang] saya tidak terlalu suka sama yang namanya pakai sepatu apalagi lengkap dengan kos kakinya
, cuma karena sering dimarahi sama emak kalau pulang nyeker plus jalannya banyak kerikil-kerikil tajam, jadinya ga terlalu sering. Pas di Bilokka, jalanan aspal bagus, trus samping aspal (jalanan buat pejalan kaki ceritanya) semuanya rumput, jadi adem kalo diinjak, jadinya sering nyeker kalau pulang sekolah. Ada satu kejadian lucu gara-gara kebiasaan saya yg suka lepas sepatu ini, jadi dulu itu musim hujan. Sebenarnya waktu itu dah ga aktif belajar, sisa nunggu raport, cuma kami tetap ke sekolah. Karena waktu itu, lagi hujan, akhirnya sepatu saya lepas dan saya tinggalkan dalam kelas, lalu saya dan teman-teman ke sawah di belakang sekolah buat ngejalanin perahu-perahu buatan kami. Tak terasa kami keasyikan main perahu-perahuan sampai-sampai waktu kami kembali ke sekolah , semua ruang kelas sudah dikunci. dan sepatu saya masih ada didalam sodara-sodara. Pulang-pulang kena marah sama mama
- Berhubung di lingkungan tempat tinggal saya mayoritas anak cowok, wal hasil saya lebih banyak bermain dengan anak cowok (jadinya lebih tomboy ga ada centil-centilan lagi kyk sebelum sebelumnya
), mulai dari main kelereng (kalau ini sering sembunyi-sembunyi soalnya dilarang sama bapak), main kasti, main bom, main sembunyi. Kalau musim layangan tiba, sering main layangan juga, kebetulan Alif juga sering ikut-ikutan pengen punya layangan walaupun dia belum terlalu pintar buat main layangan. Jadinya terkadang saya yg mainin layangannya. Tapi ga selamanya juga saya main mainan cowo kalau di rumah,kadang kami (saya dan Hasma) manggil teman-teman perempuan lain buat datang main bekel
. Main bulu tangkis juga salah satu kesukaan kami, sakin sukanya pernah satu kali, shuttle cock tidak ada tapi saya dan Hasma ngebet pengen bulu tangkis, wal hasil bulu ayam di kandang dan tongkol jagung dibuat sedemikian rupa baut jadi pengganti shuttle cock. Kreatip kan ?
. Main volly juga kegemaran kami, sebelum lapangan di samping rumah dibikin, saya dan Hasma sering ke belakang pasar buat main volly. “Masih ada ga ya lapangan itu?” - Disekolah permainannya masih lompat tali dan bekel (khusus buat anak cewek tapi), hide n seek, bom, atau kadang ikutan main bola sama teman2 cowo
- Sering ikutan poco-poco
, Yups, jika mendekati hari ulang tahun organisasi emak-emak , sering diadakan perlombaan, antara lain senam poco-poco. jadinya mau tidak mau, di kantor sering diadakan latihan poco2, kami para anak-anak perempuan (defaultnya saya dan Hasma) sering ngikutin emak dan tante-tante latihan
- Zaman-zamannya suka nyewa VCD. yaks.. saya dan Hasma sering minjam VCD, tepatnya VCD pelem India ataupun pelem2 lain yg tidak membuat serangan jantung (pelem perang2an)
- Kalau malam lagi cerah, suka keluar rumah buat lihat bintang
. Ya, saya sangat suka lihat bintang, sampai sekarang pun masih senang. saya betah berjam-jam di teras rumah (samapi disuruh masuk) buat mandang langit untuk ngelihat bintang, atau sering berjalan sambil melihat ke atas jika berjalan di malam hari. Paling senang kalau ada bintang jatuh (rekor, semalam pernah melihat 3 bintang jatuh). Formasi bintang yg paling saya suka dan selalu saya cari dalah bintang berbentuk huruf L tertekuk (entah nama asli rasi bintang ini apa. yang jelas bintang penysunnya ada 5 dan alasnya tidak lurus, melainkan menggembung karena bintang tengahnya tidak sejajar dengan bintang lain). Jika bulan ramadhan tiba, bintang ini sering berada di atas pekarangan belakang rumah
. sayang di Bandung sini, jarang sekali bintang banyak bermunculan:( - Karena sekolah kami sangat luas, maka perawatannya pun sebagian besar diserahkan kepada kami para murid. Jadi tiap kali olahraga, hal pertama yg kami lakukan adalah membabat alang-alang / rumput yg tinggi. di lapangan. Hal ini otomatis membuat tiap siswa harus membawa arit/ sabit buat mengkas rumput-rumput itu. Tapi berhubung di rumah ga ada sabit, jadinya saya bawa alat torak sampai akhirnya bapak beli yg namanya sabit. Ketika sabit sudah ada, sebenarnya guru saya meragukan kemampuan saya dalam hal sabit menyabit, tapi karena memaksa (soalnya asyik ngelihat temen2 yg yabit itu
), akhirnya saya pun diizinkan, dan setelah berapakali ayun, ouch.. tangan saya kena sabit, darah keluar dengan deras… yg diikuti oleh muka saya yg semakin pucat dan mendekati hitam. Yups, waktu itu saya sampai tak enak badan selama berjam-jam. dan bekas sabit itu masih ada sampai sekarang diujung jari manis kanan saya
- Penghujung tahun 1999, saya punya adik lagi
. Yups si bungsu, Tri, lahir.Setelah melewati 2 hari yg menegangkan , alhamdulillah adik saya lahir dengan normal. Tri kecil adalah adalah anak yg sangat lincah, suka meniru kegiatan orang dewasa yg ada disekitarnya termasuk kegiatan mengumpulkan telur(Jadi waktu di Bilokka itu, bapak punya kegiatan sampingan melihara ayam petelur). mungut telur dan membawanya pulang ke rumah kadangmenjadi tugas saya setiap soreh. Jika Tri ikut ke kandang, terkadang dia juga suka memungut telur yang ada di bagian bawah baterei (sebutan buat kandang ayam). Suatu hari ketika kami sudah mau pulang, dia juga ingin mengangkat telur buat di bawah pulang ke rumah, akhirnya saya kasih 1 rak yg berisi satu biji telur. Jarak antara pintu dapur dan kandang yg kurang lebih seratus meter berhasil dilalui oleh Tri untuk membawa rak tersebut. tapi apa yg terjadi ketika pintu di buka, dia memiringkan rak telur tsb, jadinya telurnya jatuh
. Selain itu, ketika Alif sudah mulai sekolah, Tri pun mulai tidak terima jika tidak disekolahkan juga, puncaknya yaitu pernah suatu hari dia menangis terus-terusan pengen sekolah. Akhirnya pukul 9 pagi diantar sama bapak ke TK yg masih satu bangunan dengan SD Alif (padahal anak TK pulang jam 10) - Kalau musim mangga, paling senang kalau Alif dan Anto (adik hasma yg juga seusia dengan alif) bermain di bawah pohon mangga tetangga yg sangat rimbun
, kenapa ? biar kalo ada angin trus ada mangga jatuh mereka bisa mungut dan ntar ujung-ujungnya bakalan dibujuk buat dibantuin kupas supaya bisa ikutan makan mangga
- Sering ke hutan ( lebih tepatnya kebun yang kurang terawat) bareng hasma, rusni, Adi, buat nyari anggur hutan
, untuk apa? yaa buat dimakan lah
- Musim-musimnya sticker kuku. Jadi dulu itu ada yg namanya sticker kuku, dulu seringbeli yg model kupu-kupu. Sticker ini ada 2 jenis, asli sama palsu. Kalau yg asli itu lebih bagus dan lebih mahal(yaiyalahhh) sedangkan yang palsu itu jelek tapi harganya murmer. Kalau untuk dipakai sendiri saya beli yg asli, tapi untuk di jadikan barang dagangan saya jual yg murmer
. Dulu sempat jadi bandar sticker kuku di sekolah, jadi beli sticker kuku palsu buat dijual ke teman2. Harganya Rp.200, oo/10 jari . dalam dua hari jualan saya ludes des des.. dengan keuntungan sekitar 7-10ribuan kalo ga salah. Berasa kaya bgt dah waktu itu
punya uang dari hasil kerja sendiri, apalagi sempat ngebeliin papa rokok dari uang itu
- Musim ulangan adalah musim manjat pohon :nah loh: heheheheh, itu adalah kebiasaan saya dan hasma kalau lagi suntuk sama pelajaran, jadi kami sering belajar di atas pohon mangga depan kantor sambil lihatinkendaraan lalu lalang. “Efektif?”, ya ga lah.. yg ada kami malah ujung-ujungnya sering nyanyi2 bareng atau cerita sekolah masing-masing
- Waktu kelas 6 pernah ngambek sama wali kelas
-jangan ditiru- . Jadi ceritanya waktu kelas enam, wali kelas saya mengatakan bahwa kelas enam sudah tidak boleh ikut kegiatan perkemahan lagi(waktu itu memang lagi mau ada kegiatan perkemahan). Tapi waktu itu , saya yg sangat suka dengan kegiatan perkemahan, ngelobi bu guru agar bisa mengikuti perkemahan,dengan perjanjian saya boleh ikut perkemahan jika saya memenangi lomba yg akan saya ikuti sebelum perkemahan tsb dan ibu guru pun setuju. untuk tak dapat di tolak, malang tak dapat diraih (kebalik yak
), walaupun lomba yg saya ikuti sesuai target tapi ternyata saya tetap tak diizinkan untuk ikut perkemahan. hikkksssss, nangiiiiisss.. pundunggggg.. berasa dibohongi… satu hari ngambek sama wali kelas dan ga konsen belajar >,< . Tapi terlepas dari semua itu, beliaulah guru saya yang paling perhatian sama murid-muridnya. Sampai saya SMP pun, beliau kadang ke rumah sekedar untuk menanyakan keadaan saya dan sekolah baru saya. Semoga suatu saat kita bertemu lagi Bu..
- Pelajaran muatan lokal (perkebunan) adalah waktunya buat ngerumpi. Karena sekolah kami sangat luas, kelas 4, 5, dan 6 punya jatah kebun masing-masing. Di kelas 5 kami menanan ibu jalar, setiap selesai membersihkan kebun, pohon mangga adalah t4 terbaik buat ngerumpi. sedangkan di kelas enam kami dapat tugas buat ngerawat TOGA (tanaman obat keluarga) yg ujung-ujungnya sama dengan pada saat kami kelas 5, yaitu ngerumpi adalah penutup pelajaran tersebut
- Waktu kelas 6, tepatnya bulan-bulan menjelang Ebtanas, sering nginap di rumah bu Guru wali kelas. Jadi di sekolah kami itu, khusus buat murid kelas 6, rumah guru digilir, jadi selepas maghrib kami sering saling menjemput (bayangin dong rumah teman saya ada yg 1 km dari sekolah, ada juga yg di daerah gunung yg harus menyebrangi sungai untuk ke daerah perkampungan) sebelum ke rumah ibu / bapak guru kami. Ngapain? belajar sodara-sodara. Istirahat malam beliau, kami ganggu untuk belajar (ntah beliau2 di bayar dari sekolah atau tidak, yg jelas kami tak mengeluarkan uang sepeser pun unutk pelajaran tambahan di malam hari tsb). Hal inilah yg sangat membuat saya kagum dan rindu dengan guru-guru saya. Khusus di rumah wali kelas, yg letaknya memang agak pinggiran (jauh dari keramaian)anak-anak perempuan tidak diijinkan pulang kecuali ada keluarga yg menjemput.
- Waktu perpisahan SD ada sebuah nasihat dari bapak Kancam (saya lupa kepanjangannya apa) yg sampai sekarang, inti dari perkataan beliau tsb masih melekat tajam di kepala saya. Kurang lebih perkataan beliau seperti ini :
suatu saat nanti , jika kalian sukses, jika ilmu kalian sudah tinggi , jika kalian bertemu atau membicarakan guru kalian jangan pernah mengatakan bahwa beliau itu dulunya adalah guru saya, beliau itu adalah mantan guru saya, terlebih lebih sampai mengatakan beliau itu adalah bekas guru saya. Karena tak ada ilmu yg menjadi bekas, sekecil apapun ilmu yg kalian terima saat ini, itulah awal kalian menimba ilmu yg lebih besar diluar sana. Dan ingat, kebanggan terbesar yg dimiliki seorang guru adalah ketika mengetahui murid-muridnya menjadi orang yang sukses
- Setamat SD, saya melanjutkan sekolah di SLTP yg ada di ibukota kabupaten. Jarak antara rumah dan sekolah adalah kurang lebih 20km. “Kok sekolahnya jauh bgt?”, selain pengen dapat ilmu yg lebih, saya memang sengaja supaya bisa dekat dengan kakek nenek juga
. jadi sekolah itu adalah pertengahan antara tempat tinggal kami dan rumah kakek di Parepare. Jadi kalau lagi bete di rumah, sering minta ijin untuk ke rumah kakek selepas pulang sekolah - Di SMP, kegiatan ekskul sudah tampak tak terlalu menarik lagi buat saya, cuma pernah ikut palang merah doang, itupun cuma beberapa bulan. yg membekas sampai sekarang cuma lagu mars palang merah-nya
- Sinetron, pelem india, SMS (sinetron mini seri), drama korea adalah topik utama obrolan kami di sekolah
. Jadi dulu itu jaman2nya pelemnya endless love (dan yg selalu jadi topik pembicaraan adalah Won Bin), all about Eve, Kabut Cinta, itazurana Kiss, Kushi, Chori chori chupke2, Dilto pagal hai, Dil Hai tum hara, dan masih banyak pelem korea, dan India lainnya. Jadi jangan heran kalau Briptu Norman sangat hapal dengan lagu India, soalnya masa2 jaya2nya pelem India adalah masa2 di mana anak seumuran kami lagi ababil2nya
- 1 Juni 2002 nenek perempuan saya (sering saya panggil dengan nenek Ommo’) dipanggil sama Tuhan. Saat hal yg paling membuat saya sedih adalah sejak sakit saya tidak pernah bertemu dengan beliau sampai beliau menghembuskan napas terakhir. Padahal 3 hari sebelum beliau mask rumah sakit, setiap saya mau berangkat sekolah, saya selalu minta izin ke mama buat ke Parepare selepas sekolah tapi ga pernah jadi-jadi (emakku samapi heran, nih anak biasanya ga diijinkan pun asal udah ngomong langsung cabs aja ke Parepare, lah ini yg langsung dikasih ijin tanpa embel2 ceramah sana sini ga jadi2). Dan saat beliau masuk rumah sakit selama 2 hari, saya disuruh buat jaga ayam2 bapak. “Semoga nenek ompong,nenek ama, nenek ommo’, dan nenek ina tenang di alam sana “
- Menjelang kelulusanSMP , tanpa perencanaan sebelumnya, Papa ditawari oleh komandannya untuk mengajukan pindah jika Bapak berniat pindah (mumpung waktu itu komandannya juga akan pindah), setelah berdiskusi dengan mama, akhirnya papa pun mengajukan untuk dipindahtugaskan ke Sultra. Sangat berat rasanya untuk berpisah dengan kakek dan tante2 saya( apalagi cucu terdekat beliau adalah saya bersaudara karena cucu yg lain di Irian semua), pindah dari Sidrap yg sudah seperti tanah kelahiran saya, berpisah dengan hasma dan teman-teman lain. Mau tidak mau akhirnya sebagai anak, saya harus terima. bulan 7 tahun 2003, papa resmi dipindatugaskan ke Sultra. Di bulan itu pulalah mama, papa, Alif, dan Tri, dengan diantar oleh kakek berangkat ke Kendari sementara saya tetap tinggal di Parepare bareng kakek dan tante.
yakkksss itulah sekelumit cerita perjalanan masa kecil saya.
Jangan pernah meratapi masa lalu , karena hal tersebut hanya akan sia-sia.
Jangan pernah melupakan masa lalu karena dari situlah kita belajar.
Masa lalu itu untuk dikenang dan juga bahan pembelajaran buat kita, dan masa sekarang adalah kunci masa depan kita
.
Mari kita memilih kunci kita masing-masing
-tamat-
Entry filed under: Cerita, Uncategorized. Tags: amparita, anak-anak, bilokka, lise, masa kecil, parepare, sidrap, wette'e.
1.
S. Gegge Mappangewa | August 27, 2011 at 1:08 pm
Salam kenal. Saya tertarik baca pengalaman masa kecilnya di Bilokka. Kebetulan saya orang Bilokka dan alumni SD 4 Bilokka. Tahun brp sekolah di SD 4? Saya tamat SD 4 kayaknya tahun 1989
2.
Maya | September 5, 2011 at 3:17 pm
Salam kenal balik, terimakasih sudah berkunjung =)
Waah, tahun 1989 saya baru lahir
dulu saya tinggal di asrama koramil tahun akhir tahun 1998 sampai pertengahan tahun 2003. Sekolah di SD 4 dari kelas 5 pertengahan cawu ke-2 sampai tamat SD.
Di Bilokka dimana Pak?Asli orang Bilokka?