Archive for July, 2011
Kroket Kentang Isi Keju
Sebenarnya resep ini udah saya coba dari beberapa hari yang lalu (semingguan lebih tepatnya), cuma karena waktu itu tiap kali pengen nulis inet selalu BBB alias lamreta binti lalo (lama loading)akhirnya niat buat nulis diurungkan
Resep ini saya dapat dari blognya Ibu Arifa Larasati. Waktu itu sebenarnya saya lagi nyari2 resep tentang kimchi tapi justru setelah baca blog beliau, niat untuk buat kimchi malah diundur sampai kapan2 sajahhh ( bingung sama kecap ikannya yg katanya khusus, biar rasanya lebih mantep). seperti kata pepatah, ‘tak ada akar rotan pun jadi’ (loh salah ya
), saya yg sudah mampir di blog tsb, langsung ngubek-ubek postingannya, trus ketemu deh resep simple khas anak kosan
(murmer euy
). Kroket yg saya bikin, tidak sepenuhnya mirip dengan resep di blog tsb. Sayurannya saya tambahkan jamur (suka jamur soalnya), dan kejunya bukan keju mozarela (selain susah dicari, kalo pun nemu mahal cinggg
). Kalau menurutku, nih barang enak dimakan pas masih anget2 trus pas lagi hujan2
. Berikut resep kroket kentang isi keju versi saya :
Bahan :
- Kentang
- timun segar
- wortel
- jamur kancing
- keju dipotong dadu
- garam, penyedap rasa, gula pasir
- merica
- minyak untuk mengoreng
- bawang putih, bawang bombay
- tepung terigu 1-2 sendok
- tepung roti
- telur 1 biji
Cara membuat :
- cuci bersih kentang, lalu rebus bersama kulitnya sampai matang.
- kuliti kentang lalu hancurkan hingga halus
- kupas wortel, timun, lalu potong dadu kecil2
- jamur kancing dipotong dadu kecil2
- merica dan bawang putih dihaluskan alias diulek sedangkan bawang bombah di rajang tipis2
- panaskan minyak buat menumis. Masukkan harusan bawang putih, dan bawang bombay aduk sampai harum
- masukkan wortel, beri air sedikit (ingat : sedikit! jangan satu gelas apalagi satu timba, hihihiihihih). diamkan sebentar
- masukkan jamur, lalu timun. tumis hingga masak
- jangan lupa beri GG alias gula garam dan penyedap rasa di tumisan tersebut.
- setelah matang, angkat tumisan tsb, campur dengan kentang yg telah dihaluskan.
- tambahkan tepung terigu lalu aduk hingga rata.
- ambil adonan secukupnya (terserah selera sih mau bikin segede atau seimut apa), lalu cekungkan. Isi dengan potongan keju lalu dibulat2 seperti bola lagi (mau bentuk2 panjang , segtiga, atau lope2 juga boleh
) - celup di dalam kocokan telur lalu gulir diatas tepung panir
- Goreng sampai kecoklatan/emas
Catatan :
- Untuk pemberian gula, garam, dan masako sebaiknya dikira2 juga untuk kentangnya. Jadi pada saat menumis, keasinan dikit tak apa
- ‘Yang suka bau timun di tumis sapaaa?’ | ‘Saya bu guluuuuuu’ (loh kok jadi anak TK sihh
), yups kalo suka sama bau timun di tumis, cobadeh banyakin timunnya. tapi jangan lupa ya, timunnya harus timun yang segar, biar aromanya lebih berasa - Kalau kita lihat poto resep aslinya, pasti ngiler lihat kejunya yg meleleh2 begono. Tapi karena ga punya keju mozarella, dan setelah baca2 di postingan ttg masak-memasak akhirnya saya pakai keju kraft yg ada kata melt-nya (lupa nama panjangnya apa)
- enak dimakan sama sambel ABC #bukan iklan
Dong Yi
Yipp, satu lagi saeguk dari negeri Won Bin ginseng. Sebenarnya drama ini sudah selesai tayang sejak tahun 2010 lalu di negara asalnya tapi berhubung selama itu saya sangat sibuk (cuti sementara dari dunia K-drama) akhirnya saya baru ‘ngeh’ 1 bulan terakhir ini kalau ada tontonan baru. Setelah beberapa hari mengorbankan jam makan demi menonton Dong Yi, lama kelamaan jadi lebih memilih untuk mencari link download apalagi yang di putar di stasiun ikan terbang itu menggunakan sulih suara alias dubber (dul sih waktu sma dan ke bawah2nya bahkan awal kuliah masih terima dengan suara sang pengisi suara tersebut tapi semakin kesini semakin aneh, iyakan?). Dengan bermodalkan koneksi internet kosan dan kantor akhirnya selesesai juga nonton Dong Yi yg terdiri dari 60 episode dalam kurun waktu -3 minggu(minus 2 episode, gara2 belum selesai di-download sementara episode selanjutnya udah selesai. heheheheheh)
Dong Yi merupakan drama saeguk yang diangkat dari kisah nyata selir Dong Yi (seorang budak penimbah air yang berasal dari kasta terendah yang menjadi selir Raja Sukjong dan juga merupakan ibu dari raja Yeongjo , raja ke-21 dinasti Joseong). Sebenarnya udah basi kali ya kalau kita bahas Dong Yi, secara yg di tipi juga udah tamat kamis kemarin
, tapi tak apalah toh di sini saya cuma mau nulis pendapat/uneg2 saya tentang hal2 yang berkaitan dengan drama ini plus pengisi waktu insomnia
. Apa saja yg saya dapat dari nonton Dong Yi? berikut rangkumannya :
- Setelah Dae Jang Geum berhasil menyihir anak-anak kosan beberapa tahun yang lalu dengan kelincahannya dalam memasak serta makanan yang dihasilkan, kini Dong Yi pun berhasil membuat saya berdecak kagum dengan caranya memecahkan kasus konspirasi yang bertebaran di sekitarnya (Kalau boleh dibilang dia itu Conan-wati jaman dulu). Ga tau ini bener apa ga (sesuai kisah nyata atau cerita turun temurun atau hanya khayalan tingkat tinggi sang sutradara) tentang kemampuan Selir Dong Yi dalam menyelesaikan kasus
- Gara-gara keseringan nonton drama ini, sampai-sampai mimpi orang main pedang-pedangan naik kuda plus ada panah-panahannya juga (untung saya ga kena panah dalam mimpi itu). Bagaimana ga mimpi kayak begitu, tiap episode pasti ada suara pedang bergemerincing, dikit-dikit tuh pedang udah nempel di leher pemain, dikit-dikit ada yg kesabet pedang, dikit-dikit dari arah tak terduga ada yg ngelemparin semacam anak piso ke badan orang yang lagi dibuntuti ckckckckcck. Untuk satu ini sebenarnya saya termasuk orang yang tidak tahan melihat adegan-adegan seperti itu, tapi dalam saeguk Dong Yi kali ini semuanya ditata apik , ketidaksukaan saya terhadap pelem bergendre pedang terhunus berkurang, apalagi kalo yg mainin pendangnya kakak angkatnyanya Dong Yi, Cha Chun Soo, -mata belo -
- Lagi-lagi mirip di Jewel in the Palace, penonton disuguhkan tentang tradisi orang korea jaman baheula , khusunya pada masa dinasti Jeseong. Hanbok-nya(pakaian tradisional wanita) cantik2, apalagi yg dipakai sama ratu Inhyeon pas episode2 awal, warnanya apik. tapi saya penasaran, zaman dulu tuh ratu dan para selir emang harus pake hanbok terus ya tiap hari? ga kepanasan?
- Dapat aktor favorit baru
, sukaaa lihat Bae Soo Bin (pemeran Cha Chun Soo) di sini (tapi untuk Dong Yi ini doang sih, tanya-tanya mbah gugel tentang dia biasa aja tuh ga tertarik). Baca-baca di internet, Bae Soo Bin sampe belajar ilmu bela diri demi peran Cha Choon Soo tsb (iya juga sih, lagian kalo dia ga punya kemampuan bela diri, mau take berapa kali itu setia syuting?
).Kesimpulan untuk poin 4 ini adalah saya sukanya sama Bae Soo Bin yang menjadi Cha Chun Soo
- Lama-lama nontong Dong Yi berasa ada yang aneh, berasa banyak adegan yang familiar. Kalau kalian terbiasa dengan sinetron kejar tayang di negeri kita ini, pasti tidak asing dengan adegan, udah coba dibunuh tapi ga mati, ada orang ang hilang pas lagi cari orang yang dikenal di masa lalunya cuma terhalang oleh tembok atau telat noleh akhirnya ga ketemu (ini mah sinetron Liontin bgt), adegan santet untuk menjatuhkan musuh, dll. Yuppss, di drama ini adegan tersebut juga ada, Dong Yi pernah coba dibunuh oleh orang suruhan kakak dari Selir Jang, tapi bisa berhasil meloloskan diri dan akhirnya pingsan di tengah hutan. Keinginan Dong Yi yang ingin kembali ke istana setelah lolos dari maut dan ingin bertemu dengan raja Sukjong pun lagi2 terhalang gara-gara sanga raja telat memalingkan wajahnya dan hanya melihat samar-samar saja Dong Yi bertengkar dengan pengawal raja. ckckckckcc. belum lagi adegan voodo alias santet yg dilakukan oleh emaknya selir Jang untuk membunuh Ratu Inhyeon, kalau adegan ini katanya emang udah cerita turun temurunbahwa ratu Inhyeon meninggal gara-gara di santet selir Jang supaya selir Jang bisa naik posisi jadi ratu yang ujung2nya Selir Jang dihukumbunuh diri dengan minum racun
- Berdasarkan apa yang terpapar di poin ke 5, kadang jadi mikir tapi kok kalo di senetron Indonesia berasa poin itu yg bikin jelek ya? Apa karena akting pemainnya yang kurang ciamik jadi tampak berlebaian adegan tsb? trus cara pengambilan gambar sinetron Indonesia yg terkesan monoton jika dibandingkan dengan drama korea?
- drama Dong Yi ini ber gendre saeguk (kerajaan) tapi ratingnya tinggi (di korea sana sering menempati posisi satu di jam tayangnya ), Kalau di Indonesia sejenis pelem kolosal kali ya? tapi kok pelem kolosal di kita ga laku ya? terakthir nonton pelem setting jaman baheula di Indonesia itu Jaka Tingkir kalau ga salah, itupun karena saya terlambat tidur, bukan karena rela-rela begadang demi nungguin tuh sinetron. Lagi-lagi saya bertanya : ‘Kira-kira sinetron kita apanya yang salah ya?’ Hmmmmm
- Diantara semua karakter ,sebenarnya saya paling kasihan sama putra mahkotanya (yang nantinya menjadi raja ke-20 dinasti Joseong ), kenapa? 1. dia punya emak yagn serakah dan gila gelar yang amit-amit, yaitu Selir Jang. ke-2, dengan kembalinya pangeran Yeoning (yang nantinya menjadi raja ke-21 dinasti Joseong ) di istana, sang raja berasa lebih sayang ke Pangeran Yeonging daripada dibanding ke Putra Mahkota. ke-3, dia menderita sakittt yang ujung-ujungnya berakibat tidak bisa mempunyai keturunan
- Setelah kasihan sama putra mahkota, saya juga merasa kasihan sama Cha Chun Soo. Kenapa? karena tanpa dia sadari sebenarnya jauh dipalung hatinya dia menyukai Dong Yi. Sotoy kah saya mengatakan hal tersebut? ntah ya.. tapi kalo dilihat dari karakter Cha Chun Soo cara dia lindungi Dong Yi dari tatapan matanya sya mengambil kesimpulan seperti itu (bener2 sotoy abis. hahahhaa), tapi apa hendak dikata dong yi hanya menganggapnya sebagai kakak dan Dong Yi pun menjadi selir raja Sukjong (kayknya emang bukan pelem korea deh , kalau tidak ada hati yang tersakiti , ckckkckc bahasamu nak
) - Suka lihat cubby-cubbynya pangeran yeoning kecil.
, dan tiba2 aneh melihat pangeran Yeoning waktu udah jadi raja. - Suka sama 2 soundtrack utamanya (yeahh lagi-lagi OST drama korea nambahhin space HD ). Nada dari dua lagu tersebut ada unsur etniknya, jadi enaaakk bgt dengernyaa (secara saya kalau denger lagu, perhatiin musiknya dulu . urusan lirik urusan kedua). Apalagi lagu yg Jang Nara, dengerin lagunya tuh berasa saya ada di festival kebudayaan tradisional Korea yg ada penari2 dengan penuh warna-warni di suatu hari yg cerah
- kalau dipikir-pikir, jadi raja, ratu, selir , ataupun pangeran (terlebih lagi putra mahkota) ga enak yah.. kemana-mana diikutin terus, berasa ga punya privasi sendiri
- gara-gara Dong Yi saya jadi searching ttg kerajaan pada zaman dinasi Joseong, dan inilah salah satu situs yang saya temukan
- Beberapa bulan yang lalu saya sempat menonton drama Playfull Kiss /Naughty Kiss (Itazura na Kiss versi korea) yg dirilis tahun 2010 di Korea. Stelah mencari-cari info tentang drama tersebut, ternyata hanya pemeran Baek Sun Joo yg memenangkan gelar sebagai aktor terpopuler. Waktu itu saya sempat bertanya-tanya, ‘lah trus kok pemeran Oh Ha Ni ga dapat?’. usut punya usut ternyata yang memenangkan pemeran wanita terpopuler adalah Han Hyo Joo (pemeran Dong Yi). Emang apik sih dia memerankan Dong Yi
. malah setelah nonton Dong Yi saya malah bertanya, ‘kok bukan pemeran Cha Chun Soo sih yang dapat award aktor terpopuler?’