Sokko’

October 16, 2011 at 11:00 pm Leave a comment

Kalau Anda adalah orang Sulsel (khususnya bugis), punya kerabat orang Sulsel, atau pernah tinggal di daerah Sulawesi Selatan,  pasti pernah mencicipi makanan yang terbuat dari beras ketan yang di beri santan. Yups, di daerah Bugis dan Enrekang makanan tersebut disebut sokko’ sedangkan di daerah Makassar dinamai songkolo’. Di daerah Bugis, makanan ini biasanya sering kita jumpai pada acara hajatan (selain nikahan), syukuran, ataupun acara adat.

Berikut in imerupakan cara membuat sokko’

Bahan

  • Beras ketan (putih, hitam, ataupun merah)
  • Santan kental
  • garam secukupnya.

Cara Membuat :

  • Beras dicuci lalu direndam minimal 3 jam (tergantung jenis berasnya)
  • Setelah beras agak lunak (di pencet tidak terlalu keras), cuci kembali lalu kukus sampai tidak berbiji-biji (kalau butirannya di tekan sudah tidak ada ciri berasnya lagi) angkat, sisihkan dalam wadah
  • campurkan santan dan garam
  • siram beras yg telah disisihkan tadi dengan santan secara perlahan-lahan sambil diaduk rata
  • kukus kembali sampai matang

Catatan :

  • Kalau dilihat dari cara membuatnya, bisa ditebak kalau sokko’ tersebut adalah makanan pengganti nasi biasa yang biasanya dimaakn beserta lauk. Untuk daerah bugis, biasanya sokko’ itu disajikan dengan nasu palekko’ (masakan yg terbuat dari itik), nasu likku’ (masakan yg terbuat dari ayam yg dicampur dengan lengkuas, jadinya mirip2 dengan serundeng), sambal goreng teri, telur rebus, ataupun ikan kering + sambalnya. Di daerah Amparita, sokko’ tersebut dimakan dengan mangga masak  dan saya suka :D (heww?? ga usah heran, bahakan orang bugis di daerah lainpun kadang heran mendengar duet sokko’-mangga masak. Kalo saya sihh,, dulu udah terbiasa pas masih tinggal di Amparita jadi yaaaa cocok dan suka-suka  aja tuh. hehhehehe)
  • Untuk santan, bisa menggunakan santan instan kara (panjang umurlah ibu/bapak yg punya ide membuat santan dalam kemasan sehingga saya tak perlu cuape-capek lagi unutk memarut  kelapa :lol: )
  • sebaikknya santan disiramkan ke beras pada saat beras masih dalam keadaan panas-panas.

 

Entry filed under: Resep. Tags: .

Cerita Hati-Hati Mengendarai Motor Saat Menggunakan Helm Kaca Tertutup di Malam Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Playlist Minggu Ini


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.